Berita
27 Jun 2024 20:57:19
Admin
Jombang, Kamis, 27 Juni 2024
Assalamualaikum warohmatullohi wabarakaatuh,
Salam guru penggerak, tergerak, bergerak, menggerakkan. Salam Sejahtera dan Bahagia. Perkenalkan penulis Sichatul Afwa, penulis sekaligus Calon Guru Penggerak Angkatan 11. Disini penulis akan memaparkan tentang Koneksi Antar Materi – Kesimpulan dan Refleksi Modul 1.1 Refleksi Filosofi Pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantara.
Kegiatan pada modul 1.1 ini diawali dengan kegiatan dengan mempelajari tentang dasar-dasar Pendidikan, metode montessori, Frobel dan Taman anak kemudian meresapi tulisan pidato sambutan Ki Hajar Dewantara di UGM 1956. Dari materi-materi yang telah dibaca, penulis menyimpulkan beberapa hal penting tentang Filosofi Pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantara, diantaranya adalah antara pengajaran dan Pendidikan merupakan dua hal yang berbeda. Pengajaran merupakan bagian dari Pendidikan, sedangkan Pendidikan mempunyai arti menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang tertinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota Masyarakat.
Pendidik sendiri dalam Pendidikan diibaratkan sebagai petani, Dimana diibaratkan menanam padi . yang bertanggungjawab ada tidaknya hama, yang menghalangi tumbuhnya padi serta tidak melupakan pula hakikatnya sebagai padi. Yang artinya guru sebagai pendidik berkewajiban atau menuntun anak didik untuk tumbuh serta membersihkan hal-hal negatif yang menghalangi tumbuh kembangnya anak didik serta tidak melupakan kodrat anak baik dari segi kodrat alam maupun kodrat zaman.
Tentu kita juga tidak asing dengan semboyan yang dicetuskan oleh Ki Hajar Dewantara yaitu Ing Ngarsa Sung Tulodho, Ing Madya Mangun Karsa dan Tut Wuri Handayani. Yang tentunya sudah menmjadikan semboyan yang patut kita teladani dan tentunya diterapkan dalam tugas kita yuang mulai yaitu mendidik anak kita.Pada tahap eksplorasi konsep, penulis juga menyimak video tentang Pendidikan pada zaman colonial. Berikut beberapa catatan yang penulis simpulkan pada video tersebut
Ki Hajar Dewantara merupakan bangsawan jawa dengan nama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat yang lahir pada tanggal 2 Mei 1889 di Pakualaman Jogjakarta. Ki Hajar Dewantara adalah sosok yang kharismatik serta mendapat gelar bapak pendidikan karena jasa beliau dalam memberikan warna dalam dunia pendidikan di Indonesia, tanggal kelahiran beliau sampai saat ini menjadi hari libur nasional dan diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional.
Membahas tentang pendidikan di Indonesia, dari tahun ke tahun mengalami perkembangan yang luar biasa, tidak hanya dari kurikulum tapi juga dari kebijakan-kebijakannya termasuk siapa saja yang berhak mengenyam pendidikan disekolah. Jika kita kembali pada zaman kolonial belanda, pendidikan di indonesia bersifat gradualis dimana pemerintah belanda memperlambat proses pendidikan di Indonesia, kalaupun ada yang mengenyam pendidikan itu hanya golongan-golongan tertentu saja yang di persiapkan untuk menjadi pegawai pemerintah belanda. Dari diskriminasi pendidikan inilah kemudian lahirlah Taman Siswa pada tahun 1922 di Jogjakarta sebagai gerbang emas kemerdekaan dan kebudayaan bangsa.
Berikut adalah jawaban penulis dalam merefleksikan pemikiran-pemikiran Ki Hajar Dewantara
Yang pertama, adalah Apa yang Anda percaya tentang murid dan pembelajaran di kelas sebelum Anda mempelajari modul 1.1?
Sebelum penulis mempelajari modul 1.1 ini, penulis dalam menerapkan pembelajaran sebagai berikut : guru merupakan sumber belajar satu-satunya . kegiatan pembelajaran hanya berpusat pada guru. Yang mengetahui potensi siswa hanya guru dan selalu terpaku pada penyelesaikan materi.
Yang kedua, Apa yang berubah dari pemikiran atau perilaku Anda setelah mempelajari modul ini?
Banyak hal baru yang penulis pelajari dalam modul 1.1 ini terutama dari pemikiran penulis. Dari segi kegiatan pembelajaran, Dimana kita harus mendidik dalam pembelajaran harus berpihak pada murid. Penulis sebagai pendidik harus menjadi pamong dan fasilitator dalam proses pembelajaran, harus penuh kesabaran dengan segala keikhlasan dan ketulusan hati mewujudkan pembelajaran yang menyenangkan dan berpusat pada murid. Selain itu penulis sebagai pendidik harus mempelajari karakteristik murid karena setiap anak dilahirkan unik dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing, penulis harus menghargai setiap karakter murid dengan memberikan kesempatan untuk mereka tumbuh sesuai dengan kodratnya.
Kemudian yang ketiga , Apa yang dapat segera Anda terapkan lebih baik agar kelas Anda mencerminkan pemikiran KHD?
Yang dapat segera penulis terapkan yang mampu mencerminkan pemikiran Ki Hajar Dewantara, menghadirkan diri menjadi Pendidik yang menerapkan sesuai semboyan Ki Hajar Dewantara. Dimana pendidik mempunyai kewajiban dalam menuntun anak didik serta mendorong untuk menemukan jadi diri serta mengiringi kepetusan-keputusan yang telah diambil oleh oleh anak didik. Anak didik saya merupakan anak didik dengan berkebutuhan khusus, yang tentunya sangat berbeda dalam cara mendidik anak didik pada umunya. Mereka, anak didik kami memang memiliki keterbatasan-keterbatasan masing-masing.
Mendidik anak sesuai kodratnya adalah pemikiran Ki Hajar Dewantara yang sudah diterapkan dalam pembelajaran yang dilakukan oleh penulis karena keadaan khusus anak didik kami. Namun masih belum memaksimalkan dalam penerapannya. Maka inilah waktunya penulis sebagai pendidik harus menjadi pendidik yang memang dibutuhkan oleh anak didik kita.
Dari ulasan dan jawaban yang penulis jabarkan, dapat disimpulkan bahwa sebagai Bapak Pendidikan Indonesia , Ki Hajar Dewantara menawarkan konsep pendidikan yang mengutamakan kasih sayang, membawa anak untuk lebih memahami dunianya karena setiap anak adalah individu yang unik dan tidak akan sama antara satu dengan yang lainnya.
23 Februari 2024
Admin
14 Juni 2024
Admin
19 Agustus 2024
Admin
Managed By ABK Istimewa
@2022 - 2026