Profil Sekolah
Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) merupakan pilar amat penting untuk membangun mentalitas bangsa, kecerdasan seluruh warga dan masa depan eksistensi suatu bangsa. Sistem pendidikan nasional hendaknya mengacu pada filosofi yang sudah disepakati bersama sebagai landasan membangun hidup berbangsa dan bernegara yang berdaulat, yakni UUD 1945, Pancasila, dan komitmen untuk terus mewujudkan NKRI yang adil dan makmur. Filosofi pendidikan ini akan menghasilkan generasi bangsa yang berpendirian, berkarakter, dan tidak terombang-ambing dinamika kemajuan zaman.
SLB Tunas Harapan II Peterongan berdiri pada tanggal 1 Pebruari 1991. awal berdiri gedung sekolah masih berstatus pinjam ke pemerintah daerah hingga tahun 2017. Pada tahun yang sama sekolah pindah ke gedung milik sendiri dengan luas 533 m2 hingga sekarang.
SLB Tunas Harapan II Peterongan adalah satuan pendidikan khusus pada jenjang TKLB,SDLB, SMPLB dan SMALB. SLB Tunas Harapan II Peterongan terletak di Jalan Baru Karya RT 02 RW 01 Desa Mancar Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur. Berdampingan dengan STIKES HUSADA Jombang di sebelah barat, sedangkan sebelah Timur terdapat SDN Mancar III. Sebelah Selatan terdapat Persawahan, dan Sebelah Utara berbatasan dengan pemukiman warga. Sekolah berada di lingkungan kota Kecamatan.
Pendidik pada satuan pendidikan . SLB Tunas Harapan II Peterongan berjumlah 9 orang dengan kualifikasi pendidikan sarjana pendidikan khusus dan sarjana pendidikan umum yang bertanggung jawab atas keberlangsungan proses pembelajaran 9 rombongan belajar. Selain itu tersedia 1 tenaga pendidik yang melaksanakan bertugas menjaga kebersihan sekolah.
SLB Tunas Harapan II Peterongan terdiri dari jenjang TKLB,SDLB,SMPLB,Ddan SMALB memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk bersosialisasi dan beradaptasi di lingkungannya sehingga sangat diperlukan sikap saling menghargai dan menghormati satu sama lain.
Dalam pengolahan bentang alam, analisis tapak dibutuhkan untuk menganalisis potensi- potensi alam yang ada di dalam tapak. Menurut Edward T. White (1985) beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam analisis tapak yaitu, lokasi, tautan lingkungan sekitar, ukuran dan tata wilayah, keistimewaan fisik alami dan buatan, sirkulasi, utilitas, panca indera dan iklim.
Konsep desain lingkungan SLB Tunas Harapan II Peterongan mengutamakan kenyamanan anak-anak dalam belajar di dalam ruang maupun di luar ruang hal terebut bertujuan agar anak - anak dapat berkonsentrasi dan belajar dengan efisien. Ruang belajar anak – anak jauh dengan jalan raya yang tidak akan membuat bising peserta didik.
Untuk konsep pembentukan sikap mengutamakan efisiensi tempat karena ada beberapa kegiatan yang tidak dilakukan setiap hari sehingga area yang digunakan tidak permanen seperti kegiatan pertunjukan dan bazar selain itu juga mengutamakan kenyamanan dan keselamatan pada aktifitas bermain. Tempat bermain peserta didik jauh dari jalan raya yang membuat peserta didik bebas bermain.
Pemaknaan dan filosofi dari logo baru Sekolah Luar Biasa Tunas (SLB) Harapan II Peterongan.
A. Makna / Filosofi Warna
1. Warna kuning mensimbolkan keceriaan, kebahagiaan, optimis, kepandaian dan harapan.
2. Merah jambu mensimbolkan kesenangan dan kreatif.
3. Biru mensimbolkan kedalaman, intuisi, imajinasi, kepercayaan dan stabilitas.
B. Makna / Filosofi Bentuk
1. Bentuk lingkaran pada logo SLB Tunas Harapan II peterongan mengasosiasikan sifat melindungi, berkesinambungan serta dinamis.
2. Bentuk kotak/ buku pada logo SLB Tunas Harapan II peterongan mengasosiasikan visi / pandangan terukur dan harapan.
C. Makna Tulisan Dan Jenis Huruf
Tulisan SEKOLAH LUAR BIASA TUNAS HARAPAN II PETERONGAN adalah nama identitas lembaga pendidikan khusus dan layanan khusus untuk penyandang disabilitas dengan lokasi lembaga berada di wilayah kecamatan peterongan.
Tulisan JOMBANG merupakan wilayah administratif Kabupaten Jombang yang menaungi wilayah kecamatan peterongan yang mana merupakan lokasi berdirinya lembaga pendidikan SLB TUNAS HARAPAN II PETERONGAN berada.
Jenis huruf (font) yang digunakan pada logo tersebut ialah Corbel. Font ini memiliki kesan terlihat bersih dan serius. Sehingga memuncul kesan yang lugas dalam menampilkan tulisan.
D. Makna Logo Secara Keseluruhan
Logo SEKOLAH LUAR BIASA TUNAS HARAPAN II PETERONGAN dapat dimaknai sebagai simbol yang menyatakan kebahagian dan harapan serta rasa percaya dalam menjalankan visi dan misi lembaga dengan berkesinambungan.
Adanya dinamika atau perubahan zaman, cara belajar maupun kebijakan terhadap penyelenggaraan pendidikan dapat/ mampu diterima dan diadaptasi dalam penyelenggaraan pendidikan dengan kreatifitas dan rasa optimis. Sehingga peserta didik dan pendidik dapat merasakan belajar dan mengajar dengan tenang serta menyampaikan / memperoleh ilmu pengetahuan setinggi langit dengan pemahaman sedalam lautan.
Perubahan logo lama ke logo baru ini diharapkan membawa perubahan yang lebih menyeluruh. Baik di lingkungan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan serta birokrasi maupun lembaga yang terkait.
Keterbatasan dalam penyimbolan logo dan keinginan perubahan yang ingin dicapai mungkin tidak termuat seluruhnya dalam logo. Namun hal-hal yang paling mendasar dalam perubahan yang dibutuhkan cukup terwakilkan. Adapun interpretasi setiap orang mungkin saja bisa berbeda dan inilah logo baru SLB TUNAS HARAPAN II PETERONGAN yang lebih segar dan lebih kekinian dan mudah diingat.
Terwujudnya generasi yang beriman, bertaqwa, berkarakter, mandiri serta berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
1. Memberikan kesempatan kepada seluruh anak berkebutuhan khusus untuk memperoleh pendidikan luar biasa yang sesuai dengan potensi dan kemampuan dasar mereka.
2. Mengembangkan potensi anak berkebutuhan khusus untuk menjadi individu yang percaya diri, mandiri, dan mampu beradaptasi dengan lingkungan melalui pembelajaran bermakna yang inklusif
3. Membangun ekosistem pendidikan yang kolaboratif untuk melaksanakan pembelajaran yang bermakna
4. Membangun karakter anak berkebutuhan khusus yang kuat dan positif
5. Menanamkan rasa peduli lingkungan kepada anak berkebutuhan khusus dilingkungan sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
1. Mengembangkan kemampuan spiritual peserta didik yang inklusif dan berbasis nilai, sehingga mereka dapat menjalankan ibadah dan praktik keagamaan sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab
2. Mengembangkan potensi peserta didik berkebutuhan khusus melalui program vokasional yang personal, inklusif, dan berbasis kompetensi, sehingga mereka dapat memperoleh keterampilan dan pengetahuan yang relevan untuk mencapai kemandirian dan ketrampilan.
3. Mengembangkan dan melaksanakan model pembelajaran berdiferensiasi yang inovatif dan inklusif sebagai ciri khas satuan pendidikan, dengan fokus pada pengembangan potensi dan kebutuhan unik peserta didik berkebutuhan khusus, sehingga mereka dapat mencapai kesuksesan akademis dan personal
4. Mengembangkan dan melaksanakan pembelajaran berbasis individual yang personal dan adaptif, sesuai dengan tingkat kemampuan dan kebutuhan unik peserta didik, dengan fokus pada pengembangan kecakapan hidup, bakat, dan minat
5. Membangun dan memperkuat kerjasama yang strategis dan berkelanjutan dengan Dunia Usaha (DUDI), Dinas Pendidikan, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, dan instansi lainnya yang relevan, untuk meningkatkan kualitas pendidikan, relevansi kurikulum, dan kesempatan belajar yang lebih luas bagi peserta didik
6. Menciptakan lingkungan sekolah yang asri, nyaman, dan kondusif untuk belajar, yang mendukung perkembangan fisik, emosional, dan intelektual peserta didik
Managed By ABK Istimewa
@2022 - 2026