Berita
25 Jul 2024 08:06:44
Admin
Jombang. Kamis, 25 Juli 2024 “Maksud Pendidikan yaitu menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota Masyarakat”. Kalimat pembuka dalam paragraf ini merupakan sebuah visi yang disusun oleh bapak Pendidikan kita yaitu Ki Hajar Dewantara. Dimana visi yang disusun tersebut mempunyai maksud bahwa tugas seorang guru atau Pendidik adalah menuntun murid dalam mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang sesungguhnya menyesuaikan kodrat zaman dan kodrat alamnya. Namun hal itu tidak lah mudah dalam menjalankannya terutama dalam mengukur keberhasilan dalam menuntun murid tentunya harus ada indikator-indikator yang perlu dipenuhi.
Tantangan selanjutnya adalah menghadapi perkembangan abad 21 yang sangat menantang dengan berbagai perubahan yang dibawanya. Perkembangan pada abad 21 ini menyebabkan setiap dunia kerja menuntut perubahan kompetensi dan keterampilan. Hal ini tentu menjadi tugas besar bagi pendidik supaya menyiapkan murid yang berdaya bersaing di abad 21 ini.
Sebagai jawaban dari tantangan perkembangan abad 21 ini, murid harus memiliki Profil Pelajar Pancasila. Pelajar Pancasila disini berarti pelajar sepanjang hayat yang kompeten dan memiliki karakter sesuai nilai-nilai Pancasila. Ada enam dimensi Profil Pelajar Pancasila yaitu 1) Beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak mulia; 2) Mandiri; 3) Bergotong-royong; 4) Berkebinekaan global; 5) Bernalar kritis; 6) Kreatif. Keenam dimensi ini merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Apabila satu dimensi ditiadakan, maka profil tersebut menjadi tidak bermakna.
Dari ungkapan Ki Hajar Dewantara di atas tentang visi pendidikan dan fakta tentang tantangan abad 21 maka saya menemukan kesamaan dalam hal peran seorang pendidik. Pendidik harus menuntun segala kodrat yang ada pada anak untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan serta memiliki Profil Pelajar Pancasila. Kodrat yang dimaksudkan oleh Ki Hajar Dewantara adalah kodrat alam dan kodrat zaman. Kodrat alam diartikan sebagai lingkungan alam tempat anak tumbuh, baik kultur budaya maupun kondisi alam geografisnya. Kodrat alam berhubungan juga dengan karakter dasar anak. Pendidik haruslah menuntun anak sesuai dengan karakteristiknya dan menjadi teladan positif bagi mereka dalam hal karakter. Selanjutnya kodrat zaman diartikan perubahan dari waktu ke waktu. Guru menuntun murid sesuai zamannya agar mereka bisa hidup, berkarya, dan menyesuaikan diri.
Untuk mewujudkan visi pendidikan ini serta menjawab tantangan abad 21 maka diperlukan suatu rencana strategis. Rencana strategis yang dapat dipecah-pecah dalam bentuk yang sederhana menjadi rencana taktis. Rencana ini merupakan segenap sumber daya yang dipergunakan dalam rangka pencapaian visi pendidikan maupun menjawab tantangan abad 21. Rencana ini dikenal dengan istilah Inkuiri Apresiatif (IA). IA merupakan manajemen perubahan secara kolaboratif dan berbasis pada kekuatan. Setiap orang pada dasarnya memiliki inti positif yang dapat memberi kontribusi melalui hal-hal yang positif yang pernah dicapai dan kekuatan-kekuatan yang dimiliki sehingga bisa menentukan langkah selanjutnya.
Dalam pendekatan Inkuiri Apresiatif (IA) menggunakan metode BAGJA yaitu
a. Buat Pertanyaan
Hal ini bertujuan untuk menentukan arah penelusuran dengan beberapa pertanyaan, yang kemudian diambil kalimat utama. Pertanyaan utama yang akan menentukan arah investigasi kekuatan/potensi/peluang.
b. Ambil Pelajaran
Digunakan untuk menuntun mengambil pelajaran atau hikmah. Pada tahapan ini menentukan bagaimana cara kita menggali fakta, memperoleh data, melibatkan multiunsur (diskusi kelompok kecil atau besar).
c. Gali Mimpi
Menggali mimpi, keadaan ideal yang diinginkan bisa dengan menyusun narasi keadaan yang diinginkan. Pada tahapan ini menyusun diskripsi kolektif bilamana insiatif terwujud. Kemudian mengalokasikan kesempatan untuk berproses bersama, multi unsur (kapan, dimana, siapa saja).
d. Jabarkan Rencana
Mengidentifikasi tindkaan yang diperlukan. Pada tahapan ini mengidentifikasi tindakan konkret yang diperlukan untuk menjalankan langkah-langkah kecil sederhana yang dapat dilakukan segera, dan langkah berani/terobosan yang akan memudahkan keseluruhan pencapaian.
e. Atur Eksekusi
Membantu transformasi rencana menjadi nyata. Pada tahap ini menentukan siapa yang berperan/dilibatkan dalam pengambilan keputusan.
Saya berpendapat bahwa dengan pendekatan Inkuiri Apresiati (IA) metode BAGJA sangat menjawab kesulitan kita selama ini dalam Menyusun visi sekolah. metode ini mampu menggali kelebihan-kelebihan sekolah sehingga dapat memunculkan visi yang ingin dicapai oleh sekolah.
Oleh :
SICHATUL AFWA
CALON GURU PENGGERAK ANGKATAN 11
Managed By ABK Istimewa
@2022 - 2026