Berita
02 Sep 2024 08:12:15
Admin
Pendidik harus memberikan tuntunan sehingga mereka hidup dan tumbuh dengan kodratnya sendiri. Hal ini sejalan dengan analogi dari KI HAJAR DEWANTARA bahwa seorang petani tak akan dapat menjadikan padi yang ditanamnya itu tumbuh sebagai jagung. Selain itu, ia juga tidak dapat memelihara tanaman padi tersebut seperti hanya cara memelihara tanaman kedelai atau tanaman lainnya. Sebagai implikasi dari pemikiran KI HAJAR DEWANTARA tersebut maka murid perlu dituntun sesuai kodratnya. Tuntunan yang sesuai dengan kodrat murid adalah tuntunan yang membebaskan murid agar tumbuh sesuai karakteristik dan potensinya sebagai individu baik secara lahir dan batin. Ini juga berarti bahwa tuntunan Pendidik harus menjawab kebutuhan belajar murid. Dalam rangka menjawab kebutuhan belajar murid maka salah satu alternatif pembelajaran yang dapat dilakukan oleh Pendidik adalah pembelajaran berdiferensiasi. Pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang memberi keleluasaan pada murid untuk meningkatkan potensi dirinya sesuai dengan aspek kesiapan belajar, minat, dan profil belajar murid.
Selain kaitannya dengan modul 1.1 tentang filosofi Ki Hajar Dewantara, kaitan dengan nilai dan poeran guru penggeraj adalah bahwa pembelajaran berdiferensiasi dapat mewujudkan Merdeka belajar apabila guru penggerak telah memiliki nilai guru penggerak dan menerapkan peran guru penggerak. Nilai guru penggerak yang sangat terkorelasi dengan modul ini daalah berpihak pada murid yang harus benar-benar diterapkan. Kemudian selaras dengan visi guru penggerak tentunya , untuk mewujudkan Merdeka belajar yang sesuai dengan profil pelajar Pancasila dengan melaksanakan pembelajaran yang berpihak pada murid yang sesuai dengan pembelajaran berdiferensiasi menyesuaikan kebutuhan belajar murid berdasarkan kesiapan belajar, minat dan profil belajar murid. Selain itu meciptakan lingkungan belajar yang mendukung adalah salah satu pendukung dalam mwwujudkan pembelajaran berdiferensiasi dengan menerapkan budaya porisitif.
Aspek kesiapan belajar berkaitan dengan kapasitas untuk mempelajari materi, konsep, atau keterampilan baru. Sebuah tugas yang mempertimbangkan tingkat kesiapan murid akan membawa murid keluar dari zona nyaman mereka dan memberikan mereka tantangan, namun dengan lingkungan belajar yang tepat dan dukungan yang memadai, mereka tetap dapat menguasai materi atau keterampilan baru tersebut. Selanjutnya aspek minat berkaitan dengan keadaan mental yang menghasilkan respons terarah kepada suatu situasi atau objek tertentu yang menyenangkan dan memberikan kepuasan diri. Selanjutnya Profil Belajar mengacu pada cara-cara bagaimana kita sebagai individu paling baik belajar. Profil belajar murid terkait dengan banyak faktor diantaranya: preferensi terhadap lingkungan belajar, pengaruh budaya, preferensi gaya belajar serta preferensi berdasarkan kecerdasan majemuk (multiple intelligences).
Dalam pembelajaran berdiferensiasi, Pendidik perlu berkomunikasi dan membangun hubungan saling percaya dengan murid-muridnya untuk mengetahui perasaan, latar belakang, keinginan, minat dari murid-muridnya. Kesemua informasi tersebut kemudian akan digunakan oleh Pendidik untuk merancang pembelajaran yang sesuai untuk murid-murid mereka, dengan harapan murid-murid akan merespon dengan baik pembelajaran yang telah dirancangnya. Inilah alasan mengapa proses mengidentifikasi kebutuhan murid penting untuk dilakukan.
Selanjutnya, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar murid serta aspek yang perlu dipertimbangkan antara lain: Mengamati perilaku murid, Mengidentifikasi Pengetahuan Awal, Menggunakan Berbagai Bentuk Asesmen Formatif, Berbicara dengan Pendidik Murid Sebelumnya, Membaca Rapor Murid dari Kelas Sebelumnya, dan Mereview dan Melakukan Refleksi terhadap Praktik Pengajaran
Setelah mengidentifikasi kebutuhan murid, Pendidik dapat menerapkan strategi pembelajaran berdiferensiasi. Ada 3 (tiga) strategi pembelajaran berdiferensiasi di antaranya: Diferensiasi Konten, Diferensiasi Proses dan Diferensiasi Produk
Selanjutnya dalam praktik pembelajaran berdiferensiasi, penilaian formatif memegang peranan yang sangat penting. Penilaian formatif dilakukan saat proses pembelajaran masih berlangsung. Penilaian formatif ini bersifat memonitor proses pembelajaran, dan dilakukan secara berkelanjutan serta konsisten, sehingga akan membantu Pendidik untuk memantau pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan murid yang berkembang terkait dengan topik atau materi yang sedang dipelajari. Hasil dari penilaian ini akan menjadi sumber yang sangat berharga untuk mengidentifikasi atau memetakan kebutuhan belajar murid, sehingga lewat proses ini, Pendidik akan dapat mengetahui bagaimana ia dapat melanjutkan proses pengajaran yang ia lakukan dan memaksimalkan peluang bagi tercapainya pertumbuhan dan kesuksesan murid dalam materi atau topik tersebut. Pada akhirnya dengan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, kebutuhan belajar murid sebagai seorang individu akan perlahan-lahan terwujud. Saya percaya bahwa ketika kebutuhan belajar anak terpenuhi maka mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.
Jombang, 29 Agustus 2024
SICHATUL AFWA
Calon Guru Penggerak Angkatan 11
Kabupaten Jombang
Luar biasa sangat bagus...
28 Mei 2024
Admin
14 November 2024
Admin
14 Juni 2024
Admin
Managed By ABK Istimewa
@2022 - 2026